Morotai, (Humas Kemenag Morotai) – Bertempat di wilayah seputaran kota Daruba, dalam nuansa sakral yang merepresentasikan transisi spiritual dari Ramadan menuju Idulfitri, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai menyelenggarakan pawai obor malam takbiran yang berlangsung meriah dan penuh khidmat, pada jumat (20/04/2026) malam. Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Bupati Pulau Morotai, Drs. Rusli Sibua, M.Si. didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Musanif Sibua, S.Ag sebagai representasi kehadiran institusi negara dalam ruang-ruang kultural keagamaan.
Partisipasi Kasubbag TU Kemenag Morotai dalam kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara otoritas administratif dan dinamika religius masyarakat. Kehadiran ini menunjukkan komitmen institusional dalam mengawal ekspresi keagamaan yang inklusif, edukatif, dan berakar pada nilai-nilai moderasi beragama.
Pawai obor yang diikuti oleh seluruh satuan pendidikan madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta, menjadi representasi konkret dari integrasi antara pendidikan dan tradisi keagamaan. Antusiasme para peserta, khususnya generasi muda, mencerminkan keberhasilan internalisasi nilai-nilai religius dalam ruang pendidikan formal yang kemudian diekspresikan dalam ranah sosial-kultural.
Gemuruh takbir yang mengiringi jalannya pawai, berpadu dengan cahaya obor yang menyala di sepanjang rute, menghadirkan atmosfer religius yang kuat sekaligus estetika spiritual yang menyentuh dimensi emosional masyarakat. Momentum ini menjadi refleksi atas kemenangan spiritual umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kebersamaan, kedamaian, dan harmoni sosial.
Dengan demikian, penyelenggaraan pawai obor malam takbiran di Morotai tidak hanya menjadi agenda seremonial menjelang lebaran, tetapi juga merupakan manifestasi dari praksis keberagamaan yang hidup, dinamis, dan transformatif yang menghubungkan antara tradisi, pendidikan, dan peran negara dalam membangun masyarakat religius yang berkarakter.